Saturday, 16 January 2016

Finally 'isi'

"Karena anak adalah hak Allah"

Problematika pertanyaan yang sering muncul setelah menggenapkan separuh agama adalah "gimana? Udah isi?"
Pertanyaan ini muncul dari berbagai macam kalangan mulai keluarga, temen yang deket banget, temen deket, atau bahkan orang sebenernya cuma sekedar kenal dan tau bahwa kita baru saja menikah.
Beberapa memang bertanya dengan rasa tulus, namun beberapa kadang cuma terdengar seperti angin lalu yang cuma asal nyari topik pembicaraan aja.
Beruntunglah bagi pasangan-pasangan yang langsung dikarunia si mungil dalam rahim di bulan 1 atau 2 pernikahan mereka, yah setidaknya mereka tidak perlu pura-pura tersenyum lalu mengkerut sesudah nya.

Bulan pertama setelah menikah, aku sempet 'telat' sekitar 8 hari.
Sempet GR, wah hamil nih.
Akhirnya test pack beraksi, namun, garis 1 menunjukkan bahwa aku masih 'kosong'.
Ya udah lah, masih sebulan juga.

Bulan 2, 3 dan selanjutnya berlalu...
Siklus mens kacau balau setelah menikah..
Yang biasanya sebelumnya plus minus di 28 hari, setelah nikah bisa sampe 36 hari.
Lha? Kenapa ini?
Jadi bingung nentuin masa subur nya kan?
Akhirnya curhat sama temen yang barusan nikah juga dan ternyata dia pun mengalami hal yang sama.

"Iya nih fen, aku juga gitu. Siklus nya jadi ga jelas. Tapi aku abis tanya temenku yg barusan nikah, dia juga gitu, tapi alhamdulillah bulan ke 4 udah normal lagi kok, terus akhirnya dia hamil fen. Mudah-mudahan kita cepet 'isi' juga ya"

Bulan ke 4...
Siklus ku belum membaik..
Temenku yang siklus nya kacau udah normal, dan bulan berikut nya beneran dia hamil...
Alhamdulillah...
Sementara aku masih 'kosong'.

Sekitar bulan ke 5 mertua pulang umroh..
Dibawakan lah oleh-oleh kurma muda hijau dan bubuk kurma muda.
Konon katanya, si kurma muda ini bisa meningkatkan kesuburan.
Aku makan mentah-mentah si kurma muda hijau yang pahit dan sepet ini sodara.
Ah, mudah-mudahan ini jadi salah satu jalan ikhtiar kami.
Dan tak lama kemudian, aku mens...

Bulan berikutnya Ramadhan datang...
Berharap pintu-pintu langit terketuk oleh doa-doa kami..
Robbi habli miladunka dhuriyatan thoyibatan innaka samiud dua..

Ramadhan pun beranjak..

Akhirnya lebaran pertama ngerasain mudik.
Dan langsung ke ujung tanah borneo..

Di rumah ninik (nenek), suami sempet ngobrol sama acil (om) yang usia nya ga beda jauh sama kami.
A: istri kamu belum hamil ya?
S: iya nih cil, belum dikasi.
A: dulu istri acil juga baru hamil setelah 1 tahun nikah. Ternyata ada kista.
S: kista cil? Kok tau ada kista nya?
A: iya, jadi acil bini mens nya ga teratur, terus tiap mens mesti sakit. Yaudah, akhirnya acil bawa ke dokter, eh kata dokternya ada kista. Yaudah terus diterapi, alhamdulillah setelah kista nya hilang langsung hamil.

Suami cerita ke aku, dan langsung 'deg'.
Aku juga mengalami gejala itu dan langsung parno.
"Beb, pokoknya bulan depan kita ke dokter ya".

Bulan depan ternyata agenda padat.
Banyak mantenan.
Banyak acara.
Ke dokter nya pun tertunda, 'bulan depannya lagi'.
Dan sebelum bulan depannya lagi dateng, sahabat sebangku kembaranku tiba-tiba wa, "beb, kamu udah isi ta? Eh semalem aku mimpi kamu hamil tauk".
Nih anak tumben banget.
Eh, aku udah telat beberapa hari juga sih.
Dan di hari ke 5 ke 'telat' an ku..
Iseng-iseng pasrah.
Nyoba test pack hadiah dari buku panduan cepat hamil.
Garis dua samar-samar pun muncul.
Eh, ini satu apa dua?
3 test pack sekaligus aku coba hari itu.
Ya ampun, kok ya pas harus pake test pack ga bermerek hasil hadiah ini sih?

Subuh-subuh udah heboh, ayo ke rumah sakit hari ini..
Masih ga percaya sama hasil test pack.
Trus ga dibolehin mama soalnya masih telat 5 hari yang arti nya bakalan susah lihat nya di usg,
"Nanti dulu mbak, tunggu telat 2 minggu baru ke dokter. Percuma nanti belum kelihatan juga"
Ih harap-harap cemas.
Takut kalo tiba-tiba ga jadii...

2 minggu berlalu..
Kami pun pergi ke dokter..
Dan dokter bilang, "alhamdulillah, sudah kelihatan kantung kehamilan nya, 6 minggu. selamat ya"

Seneng?
Ya bangeet!
Kami mau punya bayi.
Finally 'isi'.

Someone is growing in my belly.

---

Di masa-masa penantian kami menunggu.
Berbagai macam cara kami tempuh.
Mulai nyatetin siklus.
Bikin 'jadwal'.
Makan ini itu.
Apa aja deh asal halal, terjangkau, dan masuk akal kami lakuin.

Sampai akhirnya, aku menemukan sebuah blog.
Kisah sepasang suami istri yang bertahun-tahun ikhtiar untuk mendapatkan buah hati.
Ada beberapa kalimat di blog itu yang ngena banget di sanubari.
"Karena anak adalah HAK ALLAH"
"Mungkin karena selama ini doa kamu tidak ikhlas dan terlalu egois"

Aku renungi dalam-dalam dua kalimat itu.

Lalu aku benar-benar menyadari lebih dalam lagi.
Ya, memang, Allah lah yang berhak menentukan, mampu kah kita diberi amanah besar ini?
Jadi sama seperti kita terus memperbaiki diri, memantaskan diri untuk mendapat jodoh terbaik, pun begitu dengan anak.
Kita pun perlu memantaskan diri untuk menanti kehadiran nya.

Dan di kalimat kedua,
Agak aneh.
Berdoa tidak ikhlas dan terlalu egois?
Kok bisa? Padahal kita berdoa untuk diri kita sendiri bukan orang lain kan?
Wait!
Untuk diri kita sendiri?
Akhirnya, aku memahami bahwa memang benar ternyata doa-doaku egois.
Aku menginginkan seorang anak hanya karena "saya ingin".
Tapi pernahkah aku berdoa untuk menjadi orang tua terbaik untuk nya? Pernahkah aku berdoa untuk dapat menjadikan nya generasi tangguh di masa depan?
Nampak nya aku benar-benar lupa meminta sesuatu untuk calon anakku kelak.
Akhirnya,
Doa-doaku selanjutnya berubah, bukan hanya meminta untukku, tapi juga untuk calon anakku.

Dan setelah itu, entah kenapa hati jadi lebih plong.
Lebih lega. Pasrah.
Dan ketika pertanyaan-pertanyaan itu datang, aku lebih legowo menjawab, bahwa memang belum dikasi sama yang punya hidup.

Akhirnya,
Allah nyata nya benar-benar menghadirkan calon anak sholeh di rahimku di saat yang tepat.
Menuju bulan ke -8 pernikahan kami.
Disaat kami mulai bisa menabung dengan nominal cukup konstan tiap bulan, saat menjelang kuliah semakin longgar menuju proposal tesis, dan ketika emosi dan ilmu kami tentang berumah tangga semakin banyak.

Untuk teman-teman yang masih sedang berusaha..
Terus ikhtiar dan berdoa ya..
Semoga Allah ridho...

---

'Si adek 17 minggu'

Sunday, 24 May 2015

Haloo suamiku

Haloo lelakiku..
Terima kasih karena telah memilihku untuk menemani sisa hidup mu..
Tau kah kau, aku begitu bahagia memilikimu..

Hai suamiku..
Usia pernikahan kita masih dihitung dengan hari
Kita berdua masih sama-sama belajar mengenal satu sama lain
Maaf, jika ada kebiasaanku yang membuatmu tak suka..
Maaf suamiku, maafkan.. aku akan berusaha mengubahnya..
Maaf, karena belum bisa meramu bumbu dengan takaran yang pas..
Maaf, karena semua tingkah atau kata ku yang mungkin membuatmu terluka..

Wahai imam ku..
Tau kah kau aku begitu takut gelap?
Tau kah kau aku merasa begitu nyaman di pelukmu?
Tau kah kau aku amat takut membuatmu marah?
Tau kah kau kata maaf begitu penting untukku?
Jangan meninggalkan aku di kegelapan sendirian, peluk aku sesering yang kau bisa, dan janganlah marah padaku lama-lama...

Aku mencintaimu suamiku, sebesar cinta yang sudah Allah titipkan di dada ini...
Aku mencintaimu, dan semoga Allah membuka pintu-pintu keberkahan untuk kita...
Aku mencintaimu, sampai jannah, insyaAllah...

Terima kasih, karena sudah membuatku menjadi istrimu

Tuesday, 11 November 2014

P**bling

Ini tiba-tiba gemes sama banyak iklan tentang p**bling.

Beberapa bulan yang lalu, entah kenapa, tiba-tiba wajah agak bermasalah sama jerawat. Mungkin karna faktor hormonal atau faktor kurang bersih dalam bersihin wajah.
Akhirnya, aku tertarik sama salah satu iklan di instagram. Yah! P**bling! Salah satu alat kecantikan dari Korea yang saat itu di iklan nya ditulis bahwa fungsinya untuk membantu mengangkat kotoran dan komedo. Dia terdiri dari sebuah stik yang diujungnya ada ribuan bulu-bulu halus yang bisa menembus pori-pori (kata iklannya sih gitu).
Nah, pikirku waktu itu adalah, alat ini bisa membantu aku bersihin wajah. Mengangkat komedo. Ah senangnya. Apalagi waktu itu harganya lagi diskon, tinggal 120.000. Ekpektasi ku tadi adalah, bulu-bulu halus yang super tipis tadi bener-bener bisa bergerak kayak sikat elektrik membersihkan wajahku dan mengangkat semua komedo, jadi jerawatku bisa berkurang. Beli ah..

Akhirnya, barang yang ditunggu dateng juga.
Wah, ini nih, yang bakalan bantu aku bersih-bersih muka.
Ye ye ye..
Aiihh.. betapa kagetnya aku kalo ternyata bulu-bulunya ini ga bergerak.
Stik nya doang yang bergetar, bikin tangan kesemutan.
Huhuhu
Jadi, alat ini semacam stik yang ada alat penggetarnya dan diujungnya ditempelin sikat. Antara sikat sama mesin dalam stik tidak ada penghubung semacam kabel ato apapun. Cuma asal nempel aja. Jadi, seyogyanya, bulu-bulu halus di sikat itu hanya bergoyang-goyang.
Pikirin sendiri deh itu jadinya gmn..
Yang lebih ngeselin lagi, beberapa minggu kemudian, aku lihat iklan di salah satu onlineshop besar, harga nya diskon gila-gilaan. Tinggal 60an ribu.
Kezel binggo.
Nah, melihat cara kerja nya yang "hanya" demikian, aku heran, di iklan nya baru-baru ini ada embel-embel, mencerahkan, menghilangkan kulit kusam..
Ah entah itu datangnya dari mana.
Kalo cuma asal membersihkan sih masih masuk ya, tapi kalo mencerahkan dan memutihkan?
Wallahualam bi showab..
Semoga kita semakin cerdas menjadi konsumen.
Ga asal percaya sama iklan.
:))

Wednesday, 5 November 2014

Random #15

Postingan ini kira-kira bakalan dapat komen, "yang ditulis yang jelek-jelek aja"

Ah sudahlah biar.
Yang berkomentar demikian mungkin tidak pernah tau rasa hati yang berkecamuk ketika kata peduli diartikan "ngomel aja"

Ketika cerewet asal ngomong dibilang selalu mengeluh saja.

Pahamilah..

Seorang wanita "kebanyakan" diciptakan dengan gaya banyak mengomel tanda sayang..

Mungkin belum pernah kau jumpai diantara wanita-wanitamu..

Hingga yang tertangkap penginderaanmu adalah seharusnya wanita diam dan menjalankan semua kewajibannya..

Iya, mungkin sebatas itu yang kamu tau dan kamu mau..

Sebatas prosa tanpa rasa yang sebaiknya diabaikan saja,
Saat matahari tepat di atas jawa timur..

Sunday, 21 September 2014

Cheer Me Up

Akhir akhir ini melihat postingan keren keren di media sosial.
Temen MI yang dapat juara tulis menulis tingkat nasional, foto temen MTs dengan ijazah magisternya, foto-foto temen SMA yang go abroad dengan prestasi prestasi gemilangnya, dan kabar dari seorang teman kuliah yang segera berangkat ke London tahun depan untuk kuliah masternya. So proud of you guys! Kalian hebat! Sangat hebat! Bahagia rasanya melihat kalian dengan mimpi mimpi kalian yang terwujud satu demi satu. Selamat sahabat sahabatku.

Setiap orang mempunyai mimpi, ada yang terus gigih memperjuangkannya, ada pula yang hanya memyimpannya, sepanjang sisa hidupnya.
Hidup ini pilihan kawan, entah mana yang akhirnya akan jadi pilihan mu nanti, berjuang atau tertahan.
Yang jelas, dan harus dipegang teguh adalah, bahwa kita harus percaya, bahwa Allah menciptakan manusia dengan kemampuan unlimited. Ya, unlimited. Percayalah.

Mengutip dari kata-kata Donny Dhirgantoro di salah satu novelnya, tentang mimpi, kita hanya perlu mempercayai nya.
Bagaimana kita bisa mewujudkan nya tanpa kita percaya bahwa kita bisa?

Aku, dan segunung mimpi yang ku ciptakan dari jaman aku mulai bisa berimajinasi akan memilih untuk berjuang.
Aku sempat putus asa dengan keinginanku naik gunung, bahkan mungkin aku sudah hampir melupakannya. Tapi, Allah nyata nya masih memberi jalan. Setahun yang lalu, aku menginjakkan kaki di Gunung Semeru, gunung tertinggi pulau jawa. Meski belum mampu menyentuh puncaknya, tapi aku sangat bersyukur mampu melihat taburan bintang di Ranu Kumbolo yang luar biasa indahnya.

Aku, dan setumpuk mimpi yang menyeruak ingin segera diwujudkan, memilih untuk tidak menyerah.
Meski keadaan seolah tak mendukung.
Meski kondisi seolah tak sejalan.
Tapi, aku yakin, Allah Maha Kaya.
Allah mampu mengubah malam menjadi siang, Allah mampu menghidupkan yang sudah mati, Allah mampu memuliakan yang hina, kurang apa lagi?
Ya Allah, semoga semua cita cita ku selalu bermuara pada Mu.
Aku takut Rabb, aku takut lalai ketika mengejar dunia ku.
Bimbing aku, pegangi aku..
Bismillah...

Semangat fenita...
^^

Monday, 18 August 2014

Some days with Bell's Palsy

"Ada yang tidak biasa hari itu, air keluar tanpa bisa ditahan oleh bibir bagian kiri saat aku kumur-kumur sore itu. Bibir bagian kiri rasanya tidak bisa digerakkan, mata kiri pun tiba-tiba terasa pedih. Aku kenapa?"

3 hari menjelang hari raya idul fitri, Allah mengambil sedikit nikmat sehatku. Saraf facialis bagian kiri ku dicoba. "Bell's Palsy" kata dokter saraf yang aku datangi. Duh, penyakit macam apa itu? Baru denger juga hari itu. Kaget banget lah ya. Panik juga iya. Kalo ga bisa balik kayak asalnya gimana? Ngeri banget kan?

Berawal dari adegan di kamar mandi saat sikat gigi sore hari. Mulut ga bisa sempurna diajak kumur kumur. Trus mata kiri rasanya pedih banget. Masih ga nyadar kalo ternyata mata kiri jd susah diajak merem. Merem pun ga bisa sempurna. Aku masih mencoba menyugesti diri sendiri kalo aku kecapean. Iya kecapean nih. Pulang sholat tarawih aku putuskan segera tidur aja lah. Namun apa mau dikata, aku ga bisa tidur. Ga nyaman bgt rasanya mataku. Aku kira sakit mata. Tapi mataku baik-baik aja rasanya. Ga berapa lama, belakang telinga bagian kiri tiba-tiba nyut nyut tapi ga sakit. Duh, ya Robbi, aku kenapa?

Gejala kemaren sore masih belum reda sampai pagi hari nya. Aku pun curhat ke sahabat jenius ku, (calon) dr. Septian dany ttg gejala yang aku alami. Ga berapa lama langsung dia telepon dan dia bilang ttg kemungkinan "Bell's Palsy" dan nyuruh aku segera ke rumah sakit. Penanganan lebih dini, hasilnya lebih baik kata dia. Oke, aku langsung meluncur ke rs. Dan, yak, kecurigaan si asep benar, setelah aku diminta melakukan olah wajah, seperti ngangkat alis, merem, senyum, cemberut, nyengir, dll, dokter mendiagnosa aku "Bell's Palsy". Wohooo. Lha kok bisyaaa?
Naik motor malem2? Enggak. Naik motor ga pake helm? Enggak. Habis sakit herpes? Enggak.
Satu satunya alasan yang paling mungkin sih gara-gara kipas angin sama ac. E tapi tapi tapi, selama ini hampir setiap hari pake kipas angin sama ac dan aku baik-baik aja. Yah, mungkin daya tahan tubuh lagi pas ga kece kali ya. Mungkin.

Dokter sempet nanyain, kapan mulai terasa gejala ini? Dan aku bilang br kemaren sore. "Wah blm 24 jam ya? Penanganan dini biasanya hasilnya lebih bagus (persis kata2 si asep). Ini kalo udah lbh dr 2 x 24 jam ga tak kasi antiviral soalnya virusnya udah nyebar", kata dokternya.
Dalam hati rada lega, berarti kemungkinan sembuh masih besar.
"Nanti setelah hari ke 5 bisa langsung fisioterapi ya, utk skrg wajahnya jgn kena yang panas sm dingin. Hangat aja"
Akibat petuah dari dokter itu, aku jd paranoid sm air dingin. Wudlu 5 kali sehari pun akhirnya harus masak air dulu.

5 hari berlalu..
Aku mulai fisioterapi. Daerah wajah smp belakang telinga diangetin, trus wajah bagian kiri disetrum. Yah, part disetrum adalah bagian paling menyakitkan selama terapi. Total 7 kali bolak balik ke rumah sakit buat fisioterapi sampai akhirnya wajahku kembali normal. Alhamdulillah.
Percayalah, rasanya ga enak banget waktu kamu ga bs sekedar ngangkat alis ato gerakin cuping hidung, tertawa dengan wajah ga simetris, dan nyut nyut di bagian belakang telinga.
Bener-bener, nikmat sehat baru terasa ketika dia diambil sama yang punya, entah itu cuma secuil, tapi efeknya kerasa banget.

Terakhir, aku ga tau gimana cara menghindari penyakit ini. Karena dr jurnal2 yg aku baca penyebabnya pun masih diperdebatkan, idiopathy, ga jelas dr mana dtgnya. Cuma selama ini, dicurigai krn virus, hembusan angin yang terus2an, ato dingin.

Penyakit ini bisa menyerang siapapun. Anak-anak, tua, muda, laki-laki, dan perempuan. Semuaanya bisa kena. Fisioterapis yang menangani aku kmrn sempet cerita kalo sebelum ku ada anak umur 8 tahun yang abis main rooler coaster trus kena bell's palsy juga. Jadi, hati-hati aja. Tapi, kalo udah kena ga usah panik. Penyembuhan penyakit ini emang harus penuh dengan kesabaran. Sering sering latihan olah wajah, dipijet, sm dikompres air hangat, jangan air panas ya, nanti inflamasi nya tambah parah.

Oke, semoga bermanfaat dan sehat selalu.
:))

Tuesday, 27 May 2014

Random #14

Rasanya berusaha tuk sempurna terasa tak ada guna.
Jargon yang berbunyi "tidak ada manusia yang sempurna" semakin menambah semangat untuk berhenti saja.
Karena setiap usaha hampir selalu nampak sia-sia.
Karena setiap usaha hampir selalu berujung kegagalan.

Berusaha tampak sempurna dihadapan Dia sang Maha Esa saja susahnya subhanallah.
Apalagi dihapadan dia yang banyak. Manusia.

Entahlah.
Meski hampir frustasi untuk mencoba.
Tapi aku belum kalah.

Semoga selalu Dia beri kekuatan di tiap langkah.
Semoga.
Aamiin.

'bout me...

My photo
Lamongan, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
a future pharmacist... I'm learning more about many things!!